Pagi yang cerah dan
pagi yang membuat aku gembira sekali, hari ini adalah hari pertama kalinya aku
menginjak kelas 5, dan menemukan teman baru. aku lekas bangun dari tempat
tidurku dan bergegas untuk mandi, setelah mandi aku menggunakan seragam sekolah
dan sepatu, aku tak sabar untuk cepat-cepat melihat kelasku dan temanku. saat
aku tiba di sekolah aku mendapat kelas 5a, dan aku mendapat wali kelas dan
teman yang baik. beberapa minggu aku jalani aku mempunyai seorang teman
dekat yang sangat sangat dekat padahal aku baru saja mengenalnya di kelas 5, ia
bernama Syifa Nurda, aku bermain main bersamanya, canda dan tawa kita lewati.
Suatu saat seorang sahabatku ingin bunuh diri karena berantem dengan pacarnya, aku sangat sedih dan menangis di situ, ketika itu Syifa menenangkanku agar aku tak menangis lagi, dan saat itu aku membentak dia “diem, kamu…. kamu ga tau sih… aku tuh kenal dia dari kelas satu dan bersahabat dengannya dari kelas 3… jadi aku kenal baget sama dia…”. “ya, aku juga tau itu…. tapi udahlah ga usah nangis lagi… aku kan cuman ga mau liat kamu nangis aja…. biasanya juga kamu ketawa… ” kata Syifa. aku menjawab “ya sudah, aku minta maaf telah membentak kamu…”. “kamu ga perlu minta maaf sama aku, kamu ga salah kok…” kata dia. aku berkata “makasih ya…”. aku senang karna mempunyai seorang teman sebaik Syifa.
beberapa minggu kemudian setelah itu Syifa marah dengan aku karena aku dekat-dekat dengan orang yang sedang bertengkar dengan syifa, padahal orang yang bertengkar dengan Syifa adalah sahabatnya sendiri yaitu Bita, aku tak tau apa sangkut pautnya aku dengan masalah mereka, Syifa dan semua teman perempuan di kelasku marah kepadaku, mereka sampai menjauhi aku di kelas. saat aku pulang sekolah Syifa sms aku dia marah-marah kepadaku,
Syifa: “Tasya kenapa sih kamu deket-deket sama Bita?, kamu kan tau kalau aku lagi ada masalah sama dia..!!!
saat aku membaca aku kaget, mengapa dia marah kepadaku padahal aku tak ada sangkut pautnya sama sekali, aku membalasnya:
aku: “apa maksud kamu, aku tau kamu lagi berantem sama Bita, terus mengapa kamu marah sama aku?”,
Syifa: “ya, aku ga suka kamu deket-deket sama dia!!!”
aku: ”kamu kenapa sih… ngelarang aku deket sama siapa pun… akukan ga pernah ngelarang kamu deket sama siapa pun meski dia musuh aku, orang yang aku sebel/orang yang lagi berantem sama aku…!!!, pernah ga aku ngelarang kamu?”
Syifa: “tapikan kamu punya Bita, Sally, Nisa, Dll… merekakan ada untuk kamu…”
aku: “iya aku tau mereka semua ada untuk aku, tapi mereka ada ga di setiap aku senang, susah, sedih, gembira, dll…, GA… mereka ga ada… mereka hanya ada di saat aku senang dan bahagia saja…”
Syifa: “yaudah sorry ya…. (langsung ke paling bawah) kamu mau ga jadi sahabat aku dan jadi teman curhatku? tapi kamu jangan ember ya”
aku: “iya ga apa-apa…”
Syifa: “:), mau ga?”
aku: “mau apa?”
Syifa: “liat paling bawah”
aku: “yang mana? ga ada”
Syifa: “yang tadi”
aku: “oh… yang itu..”
Syifa: “mau ga?”
aku: “iya deh aku mau”
Syifa: “Best friend?”
aku: “Best friend!”
Keesokan harinya saat aku berangkat kesekolah… aku senang karna aku mempunyai sahabat baru… setelah peristiwa itu aku selalu bermain, belajar, dan bersenang-senamg bersama, saat aku sedang diganggu sama Sally Syifa menolongku, begitu pula sebaliknya, tetapi saat aku di ganggu Sally lagi Syifa berusaha menolong tetapi Syifa di dorong oleh Sally hingga terjatuh, ketika aku melihat Syifa jatuh aku langsung kesal kepada Sally dan langsung melepaskan ikatan itu dan langsung membawa Syifa ke kelas, aku langsung meminta maaf kepada Syifa, “sorry ya, kamu luka karena kamu mau nolong aku!!”, “ya ga apa-apa, kan kita sahabat..!!!” Syifa menjawab. hubungan persahabatan kami makin erat. hari ini adalah hari kamis dan hari ini aku menggunakan baju pramuka, aku berangkat pagi, saat sampai di sekolah aku langsung duduk di sebelah Syifa, dan bermain bersamanya. hari ini ada kegiatan bebas, aku bermain dan bercanda dengan Syifa, ketika itu Syifa menaruh barang-barang aku di meja orang yang suka sama aku tapi aku ga suka, dan sebaliknya aku pun menaruh barang Syifa di meja orang yang pernah di suka sama Syifa, semakin lama Syifa menaruh semua barang aku di dalam tas orang itu dan di tutupi, bagi aku Syifa udah kelewatan, aku marah sama dia dan aku mengejar dia sampai ketangkap, saat sudah ketangkap aku langsung marah-marah ke Syifa sambil ingin memukulnya dengan sepatu Syifa yang aku pegang “apa-apan sih kamu, ngapain taruh barang aku di dalam tasnya? aku ga suka tau!!!” “yaudah atuh, becanda doang!!” Syifa menjawab, “tapi gw ga suka” jawab aku dengan nada marah, saking kesal aku ingin memukulnya, saat aku mau memukulnya aku melihat mukanya yang membuat hati aku luluh dan tidak jadi memukulnya dan melempar sepatu itu ke tembok, aku sangat sedih melihatnya, pada saat malamnya aku meminta maaf kepada Syifa “Syif aku minta maafnya dengan kejadian kemarin”, “ya ga apa-apa, tapi jangan ulangi lagi ya” jawab Syifa. keesokan harinya hubungan aku dengan Syifa makin renggang.
sekarang adalah tanggal 3 febuari sebentar lagi Syifa ulang tahun, di hari ini aku sama Syifa masih bisa memperbaiki sedikit demi sedikit persahabatan kita yang renggang dengan canda dan tawa yang begitu membuatku bahagia. pada saat malam harinya aku bermimpi, saat itu aku dan mamahku sedang tidur bersama tiba-tiba aku tidak tau mengapa Syifa dan Nabila ada di situ dan ruangan itu gelap sekali, saat itu Syifa dan Nabila ingin meminjam mouse, tetapi aku tak mau memberikan mouse itu, saat Syifa bilang aku itu pelit aku sedih dan mamahku menangis, keesokan hari di mimpi itu aku melihat Syifa dan Nabila pas dengan kedatangan sodara aku, aku meminta tolong kepada sodara aku mangantarkan mouse itu ke Syifa dan Nabila tetapi setelah aku minta tolong aku dapat undang dari guruku untuk kerumahnya rumahnya, saat aku dan temanku tari datang dan duduk aku melihat tidak ada makanan sama sekali hanya ada kulit jeruk dan aqua gelas saja, aku sedih melihat semua itu. dan semenjak setelah aku bermimpi itu aku berjanji aku mau membuat Syifa tersenyum bahagia tidak mau membuat dia bersedih, dan semenjak mimpi itu aku jadi peduli baget sama dia. keesokan hari tanggal 4 febuari aku berangkat sekolah dan mengingat semua janji yang aku buat untuk Syifa dan aku selalu nurutin apa pun yang Syifa mau,
ini adalah hari kenaikan kelas aku tidak lagi di kelas itu padalah itu adalah kelas favorite aku, semua kenangan ada di sana. saat ini aku bingung mengapa Syifa tidak mau berbicara dan bermain denganku, saat aku sms ternyata dia marah sama aku karna aku hari sebelumnya marah-marah dengannya, aku langsung minta maaf kepadanya..
beberapa minggu setelah kenaikan kelas, aku dan Syifa berdebat besar karna aku pernah mengerjainya dengan sms, saat aku mengaku bahwa itu adalah aku, Syifa marah dengan aku dan karna aku kebawa emosi aku ikut marah kepada dia, perdebatan itu membuat persahabatan aku dengan Syifa hancur begitu saja, permasalahan itu menjadi sesuatu yang membuat hidup aku menjadi penuh masalah. semenjak kejadian itu aku ga pernah smsan dengan dia lagi. setelah kejadian itu sampai hampir 1 tahun sampai sekarang Syifa masih marah kepada saya.
Sahabat itu adalah seorang yang selalu menemmani kita di saat kita senang, sedih, susah, bahagia, dll. sedangkan teman hanya ada ketika kita senang dan bahagia saja.
jangan sia-siakan sahabat kalian semua karena seorang sahabat lebih berharga dari pada 1 juta teman, maka hargai dan sayangilah sahabat kalian jangan berbuat kebodohan seperti tokoh Tasya itu.
semoga cerita itu bermanfaat ya…..
Suatu saat seorang sahabatku ingin bunuh diri karena berantem dengan pacarnya, aku sangat sedih dan menangis di situ, ketika itu Syifa menenangkanku agar aku tak menangis lagi, dan saat itu aku membentak dia “diem, kamu…. kamu ga tau sih… aku tuh kenal dia dari kelas satu dan bersahabat dengannya dari kelas 3… jadi aku kenal baget sama dia…”. “ya, aku juga tau itu…. tapi udahlah ga usah nangis lagi… aku kan cuman ga mau liat kamu nangis aja…. biasanya juga kamu ketawa… ” kata Syifa. aku menjawab “ya sudah, aku minta maaf telah membentak kamu…”. “kamu ga perlu minta maaf sama aku, kamu ga salah kok…” kata dia. aku berkata “makasih ya…”. aku senang karna mempunyai seorang teman sebaik Syifa.
beberapa minggu kemudian setelah itu Syifa marah dengan aku karena aku dekat-dekat dengan orang yang sedang bertengkar dengan syifa, padahal orang yang bertengkar dengan Syifa adalah sahabatnya sendiri yaitu Bita, aku tak tau apa sangkut pautnya aku dengan masalah mereka, Syifa dan semua teman perempuan di kelasku marah kepadaku, mereka sampai menjauhi aku di kelas. saat aku pulang sekolah Syifa sms aku dia marah-marah kepadaku,
Syifa: “Tasya kenapa sih kamu deket-deket sama Bita?, kamu kan tau kalau aku lagi ada masalah sama dia..!!!
saat aku membaca aku kaget, mengapa dia marah kepadaku padahal aku tak ada sangkut pautnya sama sekali, aku membalasnya:
aku: “apa maksud kamu, aku tau kamu lagi berantem sama Bita, terus mengapa kamu marah sama aku?”,
Syifa: “ya, aku ga suka kamu deket-deket sama dia!!!”
aku: ”kamu kenapa sih… ngelarang aku deket sama siapa pun… akukan ga pernah ngelarang kamu deket sama siapa pun meski dia musuh aku, orang yang aku sebel/orang yang lagi berantem sama aku…!!!, pernah ga aku ngelarang kamu?”
Syifa: “tapikan kamu punya Bita, Sally, Nisa, Dll… merekakan ada untuk kamu…”
aku: “iya aku tau mereka semua ada untuk aku, tapi mereka ada ga di setiap aku senang, susah, sedih, gembira, dll…, GA… mereka ga ada… mereka hanya ada di saat aku senang dan bahagia saja…”
Syifa: “yaudah sorry ya…. (langsung ke paling bawah) kamu mau ga jadi sahabat aku dan jadi teman curhatku? tapi kamu jangan ember ya”
aku: “iya ga apa-apa…”
Syifa: “:), mau ga?”
aku: “mau apa?”
Syifa: “liat paling bawah”
aku: “yang mana? ga ada”
Syifa: “yang tadi”
aku: “oh… yang itu..”
Syifa: “mau ga?”
aku: “iya deh aku mau”
Syifa: “Best friend?”
aku: “Best friend!”
Keesokan harinya saat aku berangkat kesekolah… aku senang karna aku mempunyai sahabat baru… setelah peristiwa itu aku selalu bermain, belajar, dan bersenang-senamg bersama, saat aku sedang diganggu sama Sally Syifa menolongku, begitu pula sebaliknya, tetapi saat aku di ganggu Sally lagi Syifa berusaha menolong tetapi Syifa di dorong oleh Sally hingga terjatuh, ketika aku melihat Syifa jatuh aku langsung kesal kepada Sally dan langsung melepaskan ikatan itu dan langsung membawa Syifa ke kelas, aku langsung meminta maaf kepada Syifa, “sorry ya, kamu luka karena kamu mau nolong aku!!”, “ya ga apa-apa, kan kita sahabat..!!!” Syifa menjawab. hubungan persahabatan kami makin erat. hari ini adalah hari kamis dan hari ini aku menggunakan baju pramuka, aku berangkat pagi, saat sampai di sekolah aku langsung duduk di sebelah Syifa, dan bermain bersamanya. hari ini ada kegiatan bebas, aku bermain dan bercanda dengan Syifa, ketika itu Syifa menaruh barang-barang aku di meja orang yang suka sama aku tapi aku ga suka, dan sebaliknya aku pun menaruh barang Syifa di meja orang yang pernah di suka sama Syifa, semakin lama Syifa menaruh semua barang aku di dalam tas orang itu dan di tutupi, bagi aku Syifa udah kelewatan, aku marah sama dia dan aku mengejar dia sampai ketangkap, saat sudah ketangkap aku langsung marah-marah ke Syifa sambil ingin memukulnya dengan sepatu Syifa yang aku pegang “apa-apan sih kamu, ngapain taruh barang aku di dalam tasnya? aku ga suka tau!!!” “yaudah atuh, becanda doang!!” Syifa menjawab, “tapi gw ga suka” jawab aku dengan nada marah, saking kesal aku ingin memukulnya, saat aku mau memukulnya aku melihat mukanya yang membuat hati aku luluh dan tidak jadi memukulnya dan melempar sepatu itu ke tembok, aku sangat sedih melihatnya, pada saat malamnya aku meminta maaf kepada Syifa “Syif aku minta maafnya dengan kejadian kemarin”, “ya ga apa-apa, tapi jangan ulangi lagi ya” jawab Syifa. keesokan harinya hubungan aku dengan Syifa makin renggang.
sekarang adalah tanggal 3 febuari sebentar lagi Syifa ulang tahun, di hari ini aku sama Syifa masih bisa memperbaiki sedikit demi sedikit persahabatan kita yang renggang dengan canda dan tawa yang begitu membuatku bahagia. pada saat malam harinya aku bermimpi, saat itu aku dan mamahku sedang tidur bersama tiba-tiba aku tidak tau mengapa Syifa dan Nabila ada di situ dan ruangan itu gelap sekali, saat itu Syifa dan Nabila ingin meminjam mouse, tetapi aku tak mau memberikan mouse itu, saat Syifa bilang aku itu pelit aku sedih dan mamahku menangis, keesokan hari di mimpi itu aku melihat Syifa dan Nabila pas dengan kedatangan sodara aku, aku meminta tolong kepada sodara aku mangantarkan mouse itu ke Syifa dan Nabila tetapi setelah aku minta tolong aku dapat undang dari guruku untuk kerumahnya rumahnya, saat aku dan temanku tari datang dan duduk aku melihat tidak ada makanan sama sekali hanya ada kulit jeruk dan aqua gelas saja, aku sedih melihat semua itu. dan semenjak setelah aku bermimpi itu aku berjanji aku mau membuat Syifa tersenyum bahagia tidak mau membuat dia bersedih, dan semenjak mimpi itu aku jadi peduli baget sama dia. keesokan hari tanggal 4 febuari aku berangkat sekolah dan mengingat semua janji yang aku buat untuk Syifa dan aku selalu nurutin apa pun yang Syifa mau,
ini adalah hari kenaikan kelas aku tidak lagi di kelas itu padalah itu adalah kelas favorite aku, semua kenangan ada di sana. saat ini aku bingung mengapa Syifa tidak mau berbicara dan bermain denganku, saat aku sms ternyata dia marah sama aku karna aku hari sebelumnya marah-marah dengannya, aku langsung minta maaf kepadanya..
beberapa minggu setelah kenaikan kelas, aku dan Syifa berdebat besar karna aku pernah mengerjainya dengan sms, saat aku mengaku bahwa itu adalah aku, Syifa marah dengan aku dan karna aku kebawa emosi aku ikut marah kepada dia, perdebatan itu membuat persahabatan aku dengan Syifa hancur begitu saja, permasalahan itu menjadi sesuatu yang membuat hidup aku menjadi penuh masalah. semenjak kejadian itu aku ga pernah smsan dengan dia lagi. setelah kejadian itu sampai hampir 1 tahun sampai sekarang Syifa masih marah kepada saya.
Sahabat itu adalah seorang yang selalu menemmani kita di saat kita senang, sedih, susah, bahagia, dll. sedangkan teman hanya ada ketika kita senang dan bahagia saja.
jangan sia-siakan sahabat kalian semua karena seorang sahabat lebih berharga dari pada 1 juta teman, maka hargai dan sayangilah sahabat kalian jangan berbuat kebodohan seperti tokoh Tasya itu.
semoga cerita itu bermanfaat ya…..